Hampir seluruh aktivitas yang kita lakukan di rumah selalu bersentuhan dengan lantai. Kontak antara kaki dan lantai menjadi cukup dominan. Begitu penting fungsi dan keberadaannya, menjadikan lantai salah satu elemen penting dalam pembangunan rumah dan mendapatkan prioritas khusus. Saat ini banyak kita jumpai berbagai material pelapis lantai, seperti keramik, marmet, marmer dan sebagainya. Namun seringkali kita mengabaikan keberadaan bahan pengisi nat lantai. Nat adalah bidang yang merupakan celah sambungan antarkeramik

Sebagai salah satu bagian dari komponen lantai, nat tidak bisa kita abaikan begitu saja. Selain memberi nilai tambah secara estetika, nat-pun bisa membantu mencegah terjadinya rembesan terutama pada area basah, seperti kamar mandi, bak mandi maupun dapur.  Berdasar jarak nat-nya, pemasangan keramik dapat dibedakan menjadi 3 jenis :

Open joint

Opent joint adalah teknik pemasangan keramik dengan nat lebih besar dari 3mm, biasanya dilakukan untuk pemasangan di lantai 2 yang bertujuan untuk mentolerir terjadinya pemuaian dan penyusutan keramik. Pemasangan keramik dengan sistem open joint  memiliki beberapa keuntungan diantaranya :

–  Dapat mentolerir adanya perbedaan ukuran keramik (terutama untuk keramik KW 2) serta  untuk keramik berglazur yang memiliki   porositas rendah.
–  Meminimalkan penggunaan flexible joint, terutama bila memakai bahan pengisi nat yang agak elastis.
–  Memudahkan dalam proses pengisian nat.

Closed joint

Closed joint adalah teknik pemasangan keramik dengan ukuran nat lebih kecil dari 3mm. Sistem ini biasanya dipakai untuk memasang keramik lantai atau dinding yang memiliki tingkat porositas rendah.

Expansion joint

Expansion joint adalah sambungan yang sifatnya membantu mengantisipasi saat terjadi pergeseran struktur. Pergeseran ini kadang mengakibatkan timbulnya peristiwa “lantai meledak” . Sambungan atau nat tidak seluruhnya diisi semen, tetapi juga bahan karet, Styrofoam atau bahan lain yang sifatnya elastis. Expansion joint biasanya dipergunakan untuk ruangan yang luas.

Contoh expansion joint pada pemasangan keramik (www.profilpas.com)

Contoh expansion joint pada pemasangan keramik (www.profilpas.com)

Potongan expansion joint pada keramik (www.profilpas.com)

Potongan expansion joint pada keramik (www.profilpas.com)

Proses pengisian nat  atau lazim disebut grouting tidak bisa dianggap sepele sebab mempunyai peran penting dalam menjaga kerbersihan, estetika maupun ketahanan lantai atau dinding yang dilapisi keramik.  Faktor utama kesuksesan dalam proses pemasangan nat keramik adalah keyakinan dan ketepatan waktu. Mengingat pengisiannya memerlukan ketepatan dan ketelitian agar memperoleh hasil yang maksimal. Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan, yaitu :

  1. Pemasangan keramik
    Proses pengisian nat pada keramik lantai dan dinding tidak jauh berbeda. Dengan catatan proses pemasangan keramik yang dilakukan benar dan sesuai standart.  Ada beberapa hal yang perlu dicermati sebelum melakukan proses pengisian nat , diantaranya :

–          Perhatikan celah antar keramik yang ada, sebab celah yang tidak cukup lebar akan membuat Anda sulit mengisi nat hingga ke dasar lantai. Hal ini berakibat pada daya tahan dan kekuatan nat serta mudah dimasuki air.

–          Isilah celah dengan ketebalan nat 3 mm untuk keramik lantai dan 5mm untuk keramik pada dinding. Pengisian nat yang terlalu tebal akan menyulitkan Anda untuk mengikis dan membersihkannya pada saat proses penyelesaian pemasangan keramik lantai maupun dinding.

Aplikasi nat pada keramik

Aplikasi nat pada keramik

  1. Proses pengadukan bahan pengisi nat keramik
    Proses pengadukan pengisi nat keramik atau bahan grout yang akan digunakan harus tercampur dengan sempurna. Proses pengadukan yang benar dan sempurna akan menghasilkan  adukan yang kekentalannya merata dan tidak menggumpal karena  adukan yang menggumpal menyebabkan ketidaksempurnaan proses pengisian nat.
  2. Proses pengisian nat keramik
    Dalam proses pengisian nat keramik, perhitungan waktu yang tepat sangat dibutuhkan karena berpengaruh pada kesempurnaan hasil. Setelah proses pengisian nat selesai dan mulai mengering, lap permukaan keramik dengan spons basah untuk membersihkan kelebihan nat.  Kelebihan nat di permukaan keramik harus dilap 2-3 kali lagi sebelum menjadi bersih dan biarkan hingga benar-benar kering. Jika masih tampak sisa debu nat pada permukaan keramik, bersihkan dengan lap kering.
  3. Perawatan nat keramik
    Setelah proses pengisian nat selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah  proses perawatan. Seringkali kita jumpai nat yang sudah dipasang mudah rusak dan lepas dari sambungan antar keramiknya. Salah satu penyebab utamanya adalah beban berlebih yang tidak dapat diterima oleh nat hingga menyebabkan keretakan. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dapat memicu terjadinya retak pada keramik. Andai hal ini terjadi, Anda tidak hanya harus mengisi nat kembali, melainkan mengulang proses pemasangan keramik yang lepas tersebut.
Proses pemasangan keramik

Proses pemasangan keramik

Permasalahan Nat

Proses pengisian nat seringkali tidak bisa berjalan dengan sempurna sehingga menimbukan masalah dan perlu diwaspadai. Beberapa masalah yang sering kita temui antara lain :

a.      Timbulnya keretakan pada nat

Keretakan pada nat sering timbul secara tiba-tiba dan tidak terduga. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya keretakan tersebut

–          Salah satu penyebab timbulnya keretakan adalah nat yang tidak cukup dalam.  Oleh karena itu perhatikan kedalaman pengisian nat, 3 mm untuk keramik lantai dan 5 mm untuk keramik dinding.

–          Komposisi adukan yang tidak tepatpun bisa menjadi penyebab timbulnya keretakan. Oleh karena itu perhatikan kandungan air dalam campuran bahan pengisi nat. Kandungan air yang terlalu banyak menjadi penyebab timbulnya retakan, karena pada akhirnya kandungan air tersebut harus menguap dari adukan. Pada saat  penguapan terjadi, akan muncul lubang udara yang akan melemahkan struktur nat.

b.      Pengelupasan nat

Pengelupasan nat sering kita lihat di area basah seperti kamar mandi, dapur, bak mandi serta ruang-ruang yang mempunyai intensitas kegiatan cukup tinggi.  Proses pengelupasan nat biasanya terjadi karena adanya kesalahan pada awal pengerjaan.  Ada beberapa faktor penyebab, salah satunya pengisian nat menggunakan semen konvensional.  Seringkali adukan yang dibuat tidak merata sehingga timbul butiran-butiran semen keras. Pada saat keramik lantai atau dinding diberi bahan pengisi nat berupa semen konvensional, semen sulit masuk dan melekat dengan baik.  Selain itu penggunaan semen konvensional juga kurang baik bila dipakai pada nat berukuran kecil, sebab butiran semen yang dihasilkan lebih kasar dan daya rekatnya menjadi berkurang.  Faktor lain adalah area nat lantai dan dinding tidak dibersihkan dahulu dari debu dan pasir.

Bahan Khusus Pengisi Nat

Untuk memperoleh hasil maksimal, kita bisa menggunakan bahan khusus untuk mengisi nat yang banyak dijual di pasaran.  Pengisi nat memilik banyak keunggulan diantaranya tahan terhadap zat lain yang merusak serta cocok dipakai pada ruangan yang memiliki aktivitas tinggi. Bahan pengisi nat khusus inipun cenderung lebih lunak dan lentur sehingga jika tidak terjadi pergeseran tanah, lantai atau dinding yang dilapisi keramik tidak akan mengalami pop up atau terangkat.

Kelebihan lain adalah daya rekat yang tinggi serta tidak memiliki pori-pori. Kondisi ini cocok untuk pemakaian pada area basah seperti bak kamar mandi, sehingga meminimalisir terjadinya kebocoran dan rembesan.  Bahan dasar yang dipergunakan adalah semen putih, kalsit, pasir silika, polimer dan pewarna. 1 kg bahan pengisi nat dapat diaplikasikan untuk 4-5 meter persegi keramik dengan ukuran 30×30 cm maupun 40×40 cm.

Proses pemasangan keramik dengan bahan khusus

Proses pemasangan keramik dengan bahan khusus

Keberadaan nat tidak bisa disepelekan begitu saja. Selain memberi nilai tambah pada keramik yang terpasang, kemampuannya untuk menahan rembesan air merupakan sebuah keuntungan tersendiri.  (Diolah dari berbagai sumber )

About 19design

Architecture Interior and Landscape's solution

One response »

  1. Anthony says:

    Masalah nat seperti memang sering terjadi, untuk bahan pengisi nat yang terbaik apa yang terbaik? (sebagai contoh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s