Keberadaan furniture yang tepat dalam ruang belajar anak sedikit banyak bisa mempengaruhi semangat belajar mereka. Berikut ini beberapa tip dalam menata dan memilih furniture ruang belajar anak.
1. Pilihlah furniture belajar anak dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran ruang. Perhatikan pula lay outnya dengan furniture lain. Hindarkan peletakkan furniture yang justru membuat ruangan menjadi berkesan sempit, sehingga tidak nyaman untuk tempat belajar anak.
2. Pilihlah furniture dengan kualitas baik agar tahan lama.
3. Jika furniture terbuat dari bahan kayu, bersihkan dari debu dan kotoran setiap hari. Jika terkena air segeralah dilap. Sebab jika tidak segera ditangani akan menyebabkan finishingnya memudar.


4. Sebaiknya meja belajar diletakkan di dekat jendela atau tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari langsung, agar tidak memerlukan penerangan lampu pada siang hari.
5. Hati-hati meletakkan meja belajar. Jangan sampai membelakangi lampu ruangan agar bayangan tidak menutupi meja. Hal ini menyebabkan mata menjadi cepat lelah.
6. Lampu belajar sebaiknya ditempatkan di mana cahaya lampu langsung mengenai objek sehingga objek akan terlihat jelas dan tidak menyebabkan mata cepat lelah.
7. Jika si anak kidal, sebaiknya letakka lampu belajar di sebelah kanan. Letakkan lampu di sebelah kiri jika si anak tidak kidal. Hal ini dimaksudkan untuk mengindari terjadinya bayangan yang dapat mengganggu aktivitas belajarnya.
8. Pilihlah jenis lampu yang sesuai dengan kebutuhan dan memiliki daya terang yang cukup. Lampu bohlam (tungsten) atau lampu pijar baik untuk lampu belajar karena cahayanya stabil. Namun karena cahayanya berwarna kuning menyebabkan mata kurang jelas dalam melihat warna-warna. Sedang lampu neon (fluoresence), baik untuk melihat warna-warna karena cahayanya putih seperti day light. Namun kelemahan dari lampu jenis ini adalah cahayanya yang sering berkedip-kedip hingga dapat mengganggu aktivitas belajar.
9. Pilihlah meja belajar dengan ukuran dan ketinggian yang ergonomis, sesuai dengan ukuran fisik anak. Perhatikan faktor kenyamanan dan keamanannya, seperti bahan yang empuk untuk dudukan dan sandaran kursi. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kelelahan, pusing dan pegal-pegal.
10.Perhatikan juga kemungkinan perkembangan anak sehingga meja belajar dapat dipakai dalam waktu yang cukup lama (sekitar 5-6 tahun).
11.Jika bisa carilah meja belajar yang memiliki 2 ketinggian penyangga kaki. Hal ini untuk mengantasipasi jika anak bertambah tinggi, meja tersebut masih bisa dipergunakan. Perhatikan dengan seksama ketinggian penyangga kaki, jangan sampai kaki anak harus menggantung. Ini akan membuat anak tidak nyaman dan tidak betah untuk berlama-lama di meja belajar.
12.Pilihlah kursi yang adjustable, dapat diatur ketinggiannya. Selain untuk kenyamanan juga bisa mengikuti perkembangan anak.
13.Pilihlah desain yang menarik (baik dari segi bentuk maupun warna), jangan terlalu kaku atau formil. Misal menggunakan warna-warna cerah atau warna kesukaan anak sehingga akan lebih memotivasinya.

About 19design

Architecture Interior and Landscape's solution

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s