Desain rumah terutama di kawasan perumahan seringkali dilengkapi dengan carport. Keterbatasan lahan memang menjadikan carport menjadi alternatif yang efisien bila dibandingkan garasi. Carport sebagai sarana untuk memarkir kendaraan terutama mobil sesuai dengan fungsinya memang tidak dilengkapi atap dengan lantai yang menggunakan bahan bertekstur kasar bermotif standar. Namun dalam perkembangannya, seringkali pemilik rumah menambah atap dan mengganti lantainya dengan warna dan tekstur yang lebih sesuai selera. Tip berikut bisa dijadikan acuan bagi anda yang ingin membuat carpot agar tampak lebih indah.


1. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kemana buangan air bekas mengalir. Carport biasanya dipakai untuk kegiatan mencuci selain memarkir mobil maka sebaiknya memiliki kemiringan sekitar 3% (1,35 derajat). Lebih baik bila dilengkapi selokan dengan kemiringan yang sama.
2. Buat tali air sebagai tempat untuk mengalirnya air. Desain carport biasanya memiliki pola tertentu, garis-garis pada pola tersebut bisa dibuat sebagai tali air dengan kedalaman sekitar 2 cm.
3. Antara pagar rumah dan jalan bisa dihubungkan dengan ramp yang memiliki kemiringan tertentu. Ramp ini dapat difungsikan seperti jembatan yang menutupi sebagian saluran. Karena itu kemiringannya perlu diperhatikan agar air tetap bisa mengalir. Pada ramp ini bisa juga dibuatkan pola-pola tertenti yang berfungsi pula sebagai tali air. Sebaiknya tali air juga dibuat pada pertemuan antara ujung ramp dengan jalan, agar air buangan tidak menggenangi jalan.
4. Gunakan material bertekstur kasar agar tidak licin dan mencegah slip. Selain membahayakan penghuni, lantai yang licin (slippery) juga kurang baik untuk mobil. Material yang digunakan bisa berupa batu tempel, batu sikat, koral sikat maupun keramik bertekstur kasar yang non-slippery, asal tetap memperhatikan buangan air (tali airnya).
5. Hindarkan penggunaan meterial yang membuat air tergenang, seperti batu alam yang mempunyai ceruk dalam sehingga air sulit mengalir.
6. Ramp tidak boleh melebihi jalan. Kadang sering dijumpai ramp carport yang melebihi ketentuan (sampai ke badan jalan).
7. Atap carport bisa dibuat tidak terlalu tinggi sehingga tidak melebihi atap lantai satu. Hal ini untuk menjaga keserasian lingkungan serta keindahan siluet bangunan.
8. Selama bangunan carport tersebut semi permanen (hanya terdiri tiang dan atap), meskipun terbuat dari meterial keras seperti beton, masih boleh melebihi batas GSB. Lebih baik jika memilih meterial yang ringan seperti rangka kayu ataupun besi.

About 19design

Architecture Interior and Landscape's solution

One response »

  1. bluesmale says:

    terima kasih tips nya idea online.its very usefull

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s