Mengenal Kelengkapan Instalasi Listrik

Membangun rumah bukan sekedar mendirikan dinding dan memasang atap sebagai pelindung.  Rumah membutuhkan sistem utilitas sebagai pelengkapnya. Salah satu sistem untuk menyempurnakan keberadaan sebuah rumah adalah instalasi listrik. Saat ini listrik sudah menjadi kebutuhan utama mengingat hampir sebagian besar perabot rumah tangga memerlukan energi listrik.  Agar energi listrik tersebut memiliki daya guna yang tepat, kita perlu mengenal  apa saja kelengkapan  instalasi listrik pada rumah tinggal.

Kelengkapan instalasi listrik yang terdapat dalam rumah diantaranya :

  • Bargainser

Kita lebih mengenal Bargainser ini dengan sebutan “meteran listrik”.  Alat ini terpasang di setiap tempat yang mempergunakan jasa listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bargainser biasanya dipasang di depan rumah agar petugas PLN mudah melakukan pencatatan. Bargainser mempunyai beberapa fungsi, diantaranya:

-          Pembatas daya yang masuk ke dalam rumah

-          Pengukur serta pencatat daya yang dipergunakan oleh konsumen (dalam satuan kWh : kilowatt hour)

-          Saklar utama untuk memutus aliran listrik

Bargainser analog

Bargainser analog

Continue reading

Mengenal Lebih Dekat Nat Keramik

Hampir seluruh aktivitas yang kita lakukan di rumah selalu bersentuhan dengan lantai. Kontak antara kaki dan lantai menjadi cukup dominan. Begitu penting fungsi dan keberadaannya, menjadikan lantai salah satu elemen penting dalam pembangunan rumah dan mendapatkan prioritas khusus. Saat ini banyak kita jumpai berbagai material pelapis lantai, seperti keramik, marmet, marmer dan sebagainya. Namun seringkali kita mengabaikan keberadaan bahan pengisi nat lantai. Nat adalah bidang yang merupakan celah sambungan antarkeramik

Sebagai salah satu bagian dari komponen lantai, nat tidak bisa kita abaikan begitu saja. Selain memberi nilai tambah secara estetika, nat-pun bisa membantu mencegah terjadinya rembesan terutama pada area basah, seperti kamar mandi, bak mandi maupun dapur.  Berdasar jarak nat-nya, pemasangan keramik dapat dibedakan menjadi 3 jenis :

Open joint

Opent joint adalah teknik pemasangan keramik dengan nat lebih besar dari 3mm, biasanya dilakukan untuk pemasangan di lantai 2 yang bertujuan untuk mentolerir terjadinya pemuaian dan penyusutan keramik. Pemasangan keramik dengan sistem open joint  memiliki beberapa keuntungan diantaranya :

-  Dapat mentolerir adanya perbedaan ukuran keramik (terutama untuk keramik KW 2) serta  untuk keramik berglazur yang memiliki   porositas rendah.
–  Meminimalkan penggunaan flexible joint, terutama bila memakai bahan pengisi nat yang agak elastis.
–  Memudahkan dalam proses pengisian nat.

Closed joint

Closed joint adalah teknik pemasangan keramik dengan ukuran nat lebih kecil dari 3mm. Sistem ini biasanya dipakai untuk memasang keramik lantai atau dinding yang memiliki tingkat porositas rendah.

Expansion joint

Expansion joint adalah sambungan yang sifatnya membantu mengantisipasi saat terjadi pergeseran struktur. Pergeseran ini kadang mengakibatkan timbulnya peristiwa “lantai meledak” . Sambungan atau nat tidak seluruhnya diisi semen, tetapi juga bahan karet, Styrofoam atau bahan lain yang sifatnya elastis. Expansion joint biasanya dipergunakan untuk ruangan yang luas.

Contoh expansion joint pada pemasangan keramik (www.profilpas.com)

Contoh expansion joint pada pemasangan keramik (www.profilpas.com)

Potongan expansion joint pada keramik (www.profilpas.com)

Potongan expansion joint pada keramik (www.profilpas.com)

Continue reading

Basement

Ketidakseimbangan kebutuhan rumah tinggal dengan lahan yang tersedia, membuat kita harus berpikir ulang untuk menambah kebutuhan ruang, mengingat harga tanah makin melambung. Kondisi ini memaksa kita untuk memanfaatkan lahan yang ada. Penambahan kebutuhan ruang untuk beraktivitas dapat dilakukan secara vertilal ke atas maupun ke bawah. Ruang di bawah tanah (memiliki level lebih rendah dibandingkan lantai dasar/ground floor) lazim dikenal dengan basement.  Pada bangunan-bangunan tinggi, basement seringkali dimanfaatkan sebagai area parkir maupun ruang-ruang utilitas.  Selain berfungsi sebagai area parkir dan utilitas,  keberadaan basement juga memberi keuntungan secara struktural sebagai penunjang agar bangunan makin kokoh dan menjejak ke tanah.

Pada rumah tinggal basement jarang dibangun mengingat biaya yang dikeluarkan bisa mencapai  1,5 kali dibandingkan biaya struktur normal. Meskipun terlihat mahal namun bukan berarti pembuatan basement tidak memberi keuntungan sama sekali. Basement pada rumah tinggal sering dimanfaatkan untuk fungsi ruang sekunder seperti gudang, workshop, ruang cuci, toilet maupun ruang-ruang yang memerlukan persyaratan khusus seperti home theatre, ruang musik maupun studio. Keuntungan dari keberadaan basement  yaitu dapat menyembunyikan kegiatan-kegiatan yang tidak sedap dipandang mata serta dapat memaksimalkan fungsi ruang dari lantai yang ada di atasnya.

Untuk membangun basement pada rumah tinggal Anda, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, yaitu:

1.  Memperhatikan Garis Sempadan

Pada saat akan mulai membangun, perhatikan posisi garis sempadan basement. Biasanya posisi garis sempadan basement lebih maju dibandingkan Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan mendekati garis sempadan pagar.

Continue reading

Mengenal Retak Pada Dinding

Dinding merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan rumah.  Keberadaan dinding pada rumah memiliki beberapa fungsi penting, diantaranya:

  1. Pemikul beban di atasnya
  2. Penutup dan pembatas ruangan
  3. Perlindungan bagi penghuni, misalnya melindungi dari panas matahari dan dinginnya udara.

Namun adakalanya kita dipusingkan dengan timbulnya masalah pada dinding rumah yang ditempati. Salah satunya adalah retak pada dinding. Meskipun tidak semua retakan pada dinding berbahaya, namun kita harus tetap mewaspadainya.

Retak yang timbul pada dinding rumah ada berbagai bentuk. Ada yang membentuk sudut 45 derajat, ada yang berbentuk lurus dan mengarah ke bawah serta ada pula retakan yang sangat lembut dengan jumlah yang banyak serta memiliki arah yang tidak beraturan.  Anda tidak perlu bingung. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah memantau dan memperhatikan retaknya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui jenis retakan yang terjadi serta bagaimana pula solusinya.

Secara umum ada 2 jenis retak pada dinding yaitu retak struktur dan retak nonstruktur. Kedua jenis retak ini memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda.

1.      Retak Struktur

Retak struktur merupakan jenis retak yang berbahaya terhadap kekokohan sebuah bangunan.  Ciri utamanya adalah terjadi keretakan dengan lebarnya lebih dari 2 mm dan tembus pada sisi dinding lainnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya retak struktur ini, diantaranya:

  1. Adanya penurunan atau pergeseran  pada pondasi karena daya dukung tanah yang kurang baik. Penyebabnya bisa bermacam-macam antara lain karena terjadinya perubahan karakteristik tanah akibat kejadian alam seperti banjir, pergerakan tanah ataupun gempa.
  2. Ukuran pondasi yang tidak sesuai dengan beban yang dipikulnya atau kekurangsempurnaan pada saat proses pengerjaan bangunan.
  3. Kerusakan pada kolom (tiang) serta balok yang disebabkan adanya keretakan atau bengkok karena kurangnya jumlah atau ukuran tulangan besi utama dan besi pengikat (sengkang). Faktor penyebab lain adalah rendahnya kualitas/mutu beton yang digunakan serta kekurangsempurnaan pada saat proses pengerjaan.

Retak struktur

Retak struktur memerlukan penanganan serius, bahkan tidak jarang membutuhkan dana yang cukup banyak untuk membuat perkuatan agar struktur bangunan tidak mengalami pergerakan. Retak struktur bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

Continue reading