Ketidakseimbangan kebutuhan rumah tinggal dengan lahan yang tersedia, membuat kita harus berpikir ulang untuk menambah kebutuhan ruang, mengingat harga tanah makin melambung. Kondisi ini memaksa kita untuk memanfaatkan lahan yang ada. Penambahan kebutuhan ruang untuk beraktivitas dapat dilakukan secara vertilal ke atas maupun ke bawah. Ruang di bawah tanah (memiliki level lebih rendah dibandingkan lantai dasar/ground floor) lazim dikenal dengan basement. Pada bangunan-bangunan tinggi, basement seringkali dimanfaatkan sebagai area parkir maupun ruang-ruang utilitas. Selain berfungsi sebagai area parkir dan utilitas, keberadaan basement juga memberi keuntungan secara struktural sebagai penunjang agar bangunan makin kokoh dan menjejak ke tanah.
Pada rumah tinggal basement jarang dibangun mengingat biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 1,5 kali dibandingkan biaya struktur normal. Meskipun terlihat mahal namun bukan berarti pembuatan basement tidak memberi keuntungan sama sekali. Basement pada rumah tinggal sering dimanfaatkan untuk fungsi ruang sekunder seperti gudang, workshop, ruang cuci, toilet maupun ruang-ruang yang memerlukan persyaratan khusus seperti home theatre, ruang musik maupun studio. Keuntungan dari keberadaan basement yaitu dapat menyembunyikan kegiatan-kegiatan yang tidak sedap dipandang mata serta dapat memaksimalkan fungsi ruang dari lantai yang ada di atasnya.
Untuk membangun basement pada rumah tinggal Anda, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, yaitu:
1. Memperhatikan Garis Sempadan
Pada saat akan mulai membangun, perhatikan posisi garis sempadan basement. Biasanya posisi garis sempadan basement lebih maju dibandingkan Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan mendekati garis sempadan pagar.














